Eksistensi dan Perkembangan Tarekat Wahidiyah

The Existence and Development of the Wahidiyah Order

Authors

  • Hefni Zain Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/fenomena.v6i1.406

Keywords:

Wahidiyah Tariqa, dhikr shalawat, wasilah

Abstract

The resurgence of spiritual orientation amid modern humanity's existential crisis has sparked a significant revival of Sufi orders, including the understudied ghairu mu’tabarah tariqa such as Wahidiyah. This study aims to describe the development, main teachings, characteristics, and motivating factors for joining the Wahidiyah Tariqa at the As Sa'adah Islamic Boarding School in Jember. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed inductively and continuously. The findings reveal that the tariqa's development passed through three phases: growth (1981), consolidation (1986), and expansion (1989). Its core teaching is returning to the path of Allah (Fafirru ilallah) through dhikr in the form of shalawat, always using the Prophet Muhammad as a wasilah (intermediary). The primary factor for joining is the perceived effectiveness of the dhikr in bringing peace to the heart. In conclusion, the Wahidiyah Tariqa is characterized by its unique practice of wasilah and mujahadah, and it is recommended for further development as a counterbalance to hedonistic and materialistic lifestyles.

Maraknya arus balik spiritual di tengah krisis eksistensial manusia modern telah memicu kebangkitan tarekat sufi, termasuk tarekat ghairu mu’tabarah seperti Wahidiyah yang belum banyak terpublikasi secara akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan, ajaran pokok, karakteristik, serta faktor yang melatarbelakangi seseorang mengikuti Tarekat Wahidiyah di Pondok Pesantren As Sa’adah, Jember. Dengan menggunakan desain kualitatif model studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tarekat ini melalui tiga fase: pertumbuhan (1981), konsolidasi (1986), dan pengembangan (1989). Ajaran pokoknya adalah kembali ke jalan Allah (Fafirru ilallah) melalui dzikir shalawat dengan menjadikan Rasulullah sebagai wasilah. Faktor utama seseorang bergabung adalah kemanfaatan dzikir yang terbukti menentramkan hati. Kesimpulannya, tarekat ini memiliki karakteristik unik dalam praktik wasilah dan mujahadah, serta direkomendasikan untuk terus dikembangkan sebagai penyeimbang gaya hidup hedonistik dan materialistik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, Muhtar. 2001. Tarekat dan Sufisme dalam sorotan. Jogjakarta, Cahaya press.

Abd Rahman, Muslim. 2000. Sufisme di Kediri. Majalah dialog, edisi khusus, Jakarta, Balitbang, Depag RI.

Aceh, Abu Bakar. 1986. Pengantar ilmu tarekat. Jakarta, Pustaka firdaus.

Al Kadzim, Musa. 2004. Memahami kecenderungan sufi Kota. Bandung, Topika Raya Press.

Arifin, Imron. Ed. 1996. Penelitian kualitatif dalam ilmu ilmu sosial keagamaan. Surabaya, Kalimasada Press.

Azra, Azyumardi. 1996. Neo sufisme dan masa depannya. Dalam rekonstruksi dan renungan religius islam. Ed. Wahyuni Nafis. Jakarta, Paramadina.

Bogdan & Biklen. 1982. Qualitative research for education : an introduction to theory and methods. Boston : Allin and Bacon.

Bragbah, Halem. 2003. Perkembangan tarekat dan pola hidup sufi di dunia Barat. Alih Bahasa Colid Abbadi, Jogjakarta, Pustaka Bakti wakaf.

Darrin, Muhamad. 2001. Tarekat : Langgam dan perannya di Indonesia. Majalah Gnosis No III /Vol XI.

HAMKA. 1996. Tasawuf : Perkembangan dan pemurniannya. Jakarta, Pustaka firdaus.

Kurdy, M. Amin. 1996. Tanwirul qulub fi mu’amalati allamil ghyub. Alih bahasa : Abu zahra, Surabaya, Bangkul Indah.

Lofland and Lofland. 1984. Discovery of grounded research. Chicago, Aldine.

Mahjuddin. 1999. Kulyah Ahlak Tasawuf. Jakarta, Kalam mulia.

Muhajir, Noeng. 1996. Methodologi penelitian kualitatif. Jogjakarta, Rake sarasen.

Mustafa. 1997. Ahlak tasawuf. Bandung, Pustaka setia.

Nasr, Hosen. 2001. Traditional Islam in the modern world. London.

Nasr, Hosen. 1994. Tasawuf : dulu dan sekarang. Alih Bahasa Abd Hadi, Jakarta, Pustaka firdaus.

Sartono Kartodirdjo. 1988. Pemberontakan petani di Banten. Jakarta.

Sonhaji, Ahmad. 2003. Tehnik pengumpulan dan analisa data dalam penelitian kualitatif. Makalah Diklat Penelitian kualitatif bagi Dosen PTAIS, IAIN, STAIN pada PTU se kopertais wilayah IV Unisma Malang.

Sukhith. 1993. Gerakan tarekat di Indonesia. Jakarta, Pustaka firdaus.

Patton, MQ. 1981. Qualitative evaluation methods. Beverly Hill.

Yahya, Taufiq. 2002. Islam dan Post modernisme. Jogjakarta, Pustaka Mulla shadra.

Downloads

Published

2007-03-31

How to Cite

Zain, H. (2007). Eksistensi dan Perkembangan Tarekat Wahidiyah: The Existence and Development of the Wahidiyah Order. Fenomena, 6(1), 145-160. https://doi.org/10.35719/fenomena.v6i1.406

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)